Memahami karakteristik sungai dan peta jeram sebelum melakukan aktivitas arung jeram (rafting) di Pangalengan adalah penting untuk mengetahui sesulit apa sungai yang akan kita arungi. Oleh karenanya, sebelum melakukan pengarungan sebaiknya peserta perlu mengetahui beberapa pengetahuan dasar seperti; apa itu Debit dan Sumber Air, Grade dan Tipe Jeram, serta Lebar dan Panjang Sungai. Berikut penjelasannya :

1. Debit dan Sumber Air

Debit sungai adalah besarnya aliran air per-satuan waktu, yang ukurannya dinyatakan dalam Satuan Volume per Detik (m3/det) atau Cubic Feet Second (CFS). Besarnya volume air sungai tergantung pada bagaimana daerah di aliran sungai tersebut dan biasanya ukuran volume air dapat dianggap sebagai tinggi air dan kekuatan aliran sungai.

Sumber air Sungai Palayangan sendiri berasal dari aliran danau Situ Cileunca yang berfungsi sebagai sumber tenaga kinetik untuk menggerakkan turbin PLTA Plengan. Volume air yang mengalir di sungai ini berkisar antara 1 – 2,5 m3/detik, dimana kondisi terbaik untuk pengarungan adalah ketika volume air berada pada 1,5 m3/detik.

Karena sumber airnya berasal dari danau dan debit airnya diatur untuk menggerakkan turbin, maka Sungai Palayangan terbebas dari banjir bandang.

2. Grade dan Tipe Jeram

Menurut American Whitewater Affiliation (AWA), dalam arung jeram komersil sebenarnya hanya bisa dilakukan di sungai yang memiliki jeram dengan Grade I (sangat aman), Grade II (aman) hingga Grade III (sedang) saja, sedangkan sungai dengan Grade IV keatas bisa dikomersilkan tetapi hanya untuk orang-orang yang memang sudah berpengalaman dan memahami resiko yang bisa terjadi dalam aktivitas ini.

Sungai Palayangan memiliki 13 jeram utama dengan Grade III disepanjang sungainya, dimana grade ini memiliki spesifikasi jeram yang tidak beraturan dan bisa saja membalikan perahu namun dengan resiko yang relatif masih kecil. Jeram-jeram di Sungai Palayangan didominasi oleh tipe Jeram Drop, Double Drop dan Turbulence yang menyerupai patahan atau air terjun kecil.

Berikut adalah peta dan nama-nama Jeram di Sungai Palayangan :

3. Lebar dan Panjang Sungai

Selain debit air, yang dapat mempengaruhi kecepatan arus adalah lebar penampang sungai. Semakin lebar penampang sungai maka kecepatan arus bisa saja semakin lambat dan semakin sempit penampang sungai maka kecepatan arus bisa saja semakin cepat. Lebar penampang sangat mempengaruhi kecepatan laju perahu dalam pengarungan.

Sungai Palayangan memiliki lebar penampang yang tidak terlalu besar, yaitu bervariasi antara 5 – 9 Meter. Dengan penampang selebar ini maka kecepatan arus Sungai Palayangan masuk dalam kategori cepat, namun memungkinkan untuk mengatur tim penyelamatan (rescue) di darat dan berjaga di titik-titik Jeram tertentu yang beresiko.

Pengukuran yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa Sungai Palayangan memiliki panjang 4,6 Km, dimana dengan jarak ini pengarungan sungai membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 – 2 Jam.

Lihat Paket : Rafting Trip Pangalengan 1 Hari.

Leave a Reply